Daerah Majalengka yang Telah Melaksanakan Tradisi Ruwatan

Source: TIMESINDONESIA by Hendri Firmansyah

Infomjlk.id - Tradisi Ruwatan merupakan tradisi sebagai bentuk rasa syukur atas apa yang telah diberikan Tuhan. Tradisi ini diadakan oleh orang Jawa Barat atau warga sunda. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa tradisi ngaruwat awalnya diadakannya di desa Banceuy Jawa Barat. Namun saat ini tradisi ini juga diadakan di beberapa daerah Jawa Barat lainnya, salah satunya yaitu Majalengka. Majalengka menggelar tradisi ini sebagai wujud rasa syukurnya dalam menyambut musim tanam dan hasil bumi yang dikaruniakan dengan melimpah. Salah satu yang menjadi acara rutinan setiap setahun sekali diadakan di desa Banjaran, Sumberjaya Majalengka. Tradisi untuk menyambut masa musim tanam baru disertai dengan doa permohonan berkah dari Tuhan agar hasil pertaniannya selalu melimpah.

Pada tahun 2023 kemarin di bulan November kegiatan ini diadakan kembali dan dihadiri oleh kepala BKPSDM Majalengka, H. Irfan Nur Alam. Tidak hanya menampilkan pertunjukkan sandiwara saja, tetapi juga doa yang dipanjatkan untuk kelancaran musim tanam kelak sehingga tanahnya subur dan panen pun berhasil. Selain desa Banjaran, tradisi ini juga diadakan di desa Cijurey, Panyingkiran Majalengka setiap satu tahun sekali secara rutin. Kegiatan tersebut dihadiri oleh bupati Majalengka sebelumnya, H. Karna Sobahi di tahun 2023 silam. Tidak jauh berbeda dengan acara di desa Banjaran, tradisi ini sangat didukung oleh bapak H. Karna Sobahi. Tujuannya pun sama, untuk memberikan rasa syukur atas kelimpahan hasil bumi dari Tuhan. Selain itu juga kegiatan tersebut dapat menunjukkan rasa kebersamaan yang luar biasa dan mempererat tali silaturahmi.

Tradisi ruwatan/ngaruwat selalu diadakan dan merupakan warisan yang sudah ada sejak turun temurun dari nenek moyang. Tradisi ini konon menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu warga. Ruwatan harus dilestarikan dan jika bisa juga diadakan di daerah Majalengka lainnya karena tradisi itu sangat bagus untuk menunjukkan rasa syukur akan sesuatu kepada Tuhan dan juga menyambungkan tali silaturahmi yang kuat. Bagaikan upacara adat yang digelar oleh orang Sunda. Kepercayaan orang memang beda-beda, tapi tradisi tetaplah tradisi dan cukup mengental di kalangan masyarakat.

Post a Comment

0 Comments