5 Jenis UMKM Paling Populer di Indonesia

Source: Istockphoto.com by fleaz

INFOMJLK.ID - UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) salah satu penggerak perekonomian di Indonesia, yang mana sekitar 61,97% Product Domestic Bruto (PDB) di negara Indonesia berasal dari UMKM.

Selain menguntungkan negara, nyatanya UMKM dapat menyediakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat, sehingga angka pengangguran dapat dikurangi sedikit demi sedikit.

Umumnya, UMKM merupakan jenis usaha yang berdiri sendiri yang dimiliki individu atau perusahaan. Meksipun terbilang usaha berskala kecil, namun para pelaku UMKM di Indonesia memiliki kesempatan untuk terus berkembang, karena bisnis ini bisa dilakukan secara online maupun offline.  

Bisnis UMKM mencakup berbagai jenis produk yang bisa dipasarkan. Berdasarkan jumlah pelaku dan konsumennya, inilah beberapa jenis UMKM yang sangat populer di Indonesia. 

1. UMKM Bidang Fashion

Dunia fashion menjadi salah satu jenis UMKM yang banyak sekali diminati oleh masyarakat. Selain karena fashion merupakan kebutuhan pokok manusia, bisnis bidang fashion juga dapat dibedakan secara fungsinya, trend, dan sebagainya. 

Para pelaku bisnis fashion selalu berkembang seiring zaman dan terus berinovasi untuk menunjukan kreativitas dan kelebihan produk mereka untuk menggaet para konsumen. Begitulah yang dilakukan para pelaku bisnis UMKM, mereka akan membuat sebuah produk atau brand sesuai target pasarnya.  

Pelaku UMKM di bidang ini biasanya selain memproduksi sendiri, mereka bisa menjadi reseller maupun dropshipper terlebih dahulu dari produsen lain.  

2. UMKM Bidang Kuliner

Bisa dibilang, bisnis di bidang kulineran bisa bertahan lama bahkan di tengah krisis. UMKM bidang kuliner juga mendominasi di pasar Indonesia, karena makan adalah kebutuhan dasar manusia. Itulah, kenapa pedagang makanan dan minuman selalu dicari.

Tidak perlu takut akan persaingan di bisnis bidang kuliner ini, karena masyarakat memiliki selera yang berbeda-beda. Para pelaku bisnis UMKM bisa memastikan keunggulan produk mereka, supaya memiliki pasar tertentu.  

Ada beberapa jenis bisnis kuliner yang dilakukan oleh pengusaha UMKM, mulai dari camilan ringan, minuman, hingga makanan pokok sehari-hari. Meskipun produk sama, terkadang yang membedakan ialah cita rasa, cara produksi, sampai sistem pengemasan yang menarik konsumen. 

3. UMKM Produk Kecantikan

Jenis UMKM selanjutnya yang sedang populer di Indonesia ialah produk kecantikan. UMKM jenis ini, dapat mendatangkan banyak keuntungan. Melihat perilaku konsumen perempuan yang membutuhkan makeup dan perlengkapan kecantikan. 

Biasanya, para pelaku UMKM bidang ini akan menonjolkan kelebihan produknya yang bisa mengatasi permasalahan kulit tertentu sehingga pesan itu sampai pada target pasarnya. 

Adapun, produk akan semakin diminati apabila menggunakan bahan berkualitas tertentu yang sedang trend. Itu dapat membuat pelanggan puas dengan hasil akhirnya. Untuk UMKM produk kecantikan itu sendiri, produknya bermacam-macam, mulai dari perawatan muka, perawatan rambut dan perawatan badan. 

4. UMKM Digital

Meleknya masyarakat akan dunia serba digital juga menggerakan hati mereka untuk membangun bisnis di bidang digital. Hal ini juga, dikarenakan kebutuhan masyarakat tentang kebutuhan digital semakin meningkat. 

Sedikit berbeda dengan UMKM jenis lainnya, UMKM digital jarang memiliki toko offline dalam menjalankan bisnisnya. Kebanyakan bisnis jenis ini dilakukan secara online.  

UMKM digital yang biasa ditemui ialah jasa mendesain grafis, desain situs web, penulisan konten, caption iklan, ataupun media sosial, dan masih banyak lagi. 

5. UMKM Agribisnis

Indonesia dikenal sebagai negara agraris (memiliki zona pertanian luas). Lahan luas dan tanah yang subur, berpotensi untuk dijadikan sebagai menanam bahan pokok makanan. Ini juga berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia, yaitu makan. 

Kebutuhan terhadap makanan memberikan kesempatan untuk para pelaku agribisnis mengembangkan usaha. Misalnya, dengan menanam sayur, buah, padi untuk dijadikan beras dan bahan dasar lainnya.  

Selain itu, UMKM agribisnis juga dapat menguntungkan para petani. Mereka dapat menjual hasil panennya, baik secara offline maupun online. Sehingga target pasarnya akan lebih luas. 

Post a Comment

0 Comments