Tabungan Sampah: Strategi Pengelolaan Sampah Secara Mandiri




INFOMJLK.ID.--Telah kita ketahui bersama, saat ini sampah menjadi masalah serius yang harus segera ditangani, terutama menyangkut dampaknya terhadap kelestarian alam dan kesehatan lingkungan sekitar. Sampah yang berserakan, menumpuk hingga menggunung dapat merusak lingkungan secara langsung, mencemarkan udara, hingga mengganggu kesehatan. 


Dalam pengelolaan sampah di lingkungan sekitar, di tiap-tiap desa/kelurahan, saat ini kebanyakan masyarakat masih mengandalkan cara-cara lama yang kurang ramah lingkungan seperti ditimbun, dibakar, atau dibuang ke selokan, sungai dan semacamnya. Hal ini terbilang wajar, karena bagaimanapun membangun kesadaran masyarakat tidak semudah membalikkan telapak tangan. 


Untuk mencapai disiplin dalam mengelola sampah di lingkungan sekitar, perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak, baik warga, pemerintah, maupun pihak ketiga sebagai pendukung. Usaha itu juga tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama agar bisa terealisasi. Lalu diperlukan pula contoh serta teladan yang positif dan konsistensi dari pihak pemerintah selaku pemangku kebijakan. Kegiatan seperti sosialisasi tentang pengelolaan sampah pada dasarnya dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam hal mengelola persampahan, hal itu juga dapat didukung dengan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dapat mendukung peningkatan kesadaran akan pentingnya mengelola sampah. 


Pengelolaan sampah secara efektif dapat dimulai dengan memilah sampah secara mandiri oleh tiap-tiap keluarga. Pengelolaan sampah dapat dipilah menjadi sampah layak jual dan sampah layak buang. Pada tahap awal, gerakan yang dilakukan adalah dengan memberi bekal kemampuan pada masyarakat agar mampu dan memiliki kesadaran melakukan pemilahan sampah secara mandiri. Sosialisasi mengenai cara pemilahan sampah ini akan sangat penting dalam menambah wawasan dan memberikan inspirasi peluang ekonomi dibalik pengelolaan sampah secara mandiri, berkelompok, berjejaring, dan berkelanjutan. 


Dalam kelompok besar sampah yang bernilai jual untuk diolah kembali terdiri dari empat jenis, yakni kertas, plastik, logam, dan metal. Sedangkan sampah layak buang adalah sampah organik serta sampah yang tidak dapat didaur ulang kembali seperti kapas, puntung rokok, plastik basah, dan lain sebagainya. Sampah layak jual yang telah terkumpul di tiap-tiap lokasi bak sampah selanjutnya akan dikumpulkan dan dijual kepada Tabungan Sampah. 


Tabungan Sampah merupakan salah satu strategi dan solusi untuk membangun kepedulian sehingga mendapat manfaat ekonomi langsung dari sampah. Tabungan Sampah ini akan sangat penting dalam pengelolaan sampah di lingkungan sekitar yang akan memiliki manfaat ekonomi secara langsung terhadap masyarakat, sehingga nantinya dapat menciptakan budaya bersih, serta lebih menghargai nilai yang terdapat pada sampah layak jual. 


Sampah menjadi masalah lingkungan yang sering dialami masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan. Maka dari itu inovasi pengelolaan sampah sangat penting untuk dilakukan. Pengelolaan sampah secara mandiri di lingkungan sekitar dapat dioptimalkan dengan memberdayakan masyarakatnya, sehingga sistem yang telah dibuat dapat terlaksana secara berkelanjutan. Selain itu, peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah secara mandiri di lingkungan sekitar.

Post a Comment

0 Comments