5 Makna Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari




infomjlk.id - Idul Adha yang diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga dikenal sebagai “Hari Raya Haji", di mana kaum muslimin yang menunaikan ibadah haji yang utama dengan wukuf di Arafah menggunakan pakaian ihram. Hal ini adalah simbol persamaan, pandangan hidup dan tidak membeda-bedakan antar sesama. Semua sama di hadapan Allah.

Di samping Idul Adha sebagai “Hari Raya Haji" disebut pula sebagai “Idul Qurban". Hal ini menandakan simbol dari Allah untuk mendekatkan diri pada-Nya dengan bentuk pengorbanan penyembelihan hewan, bisa dengan domba, sapi dan unta. Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji maka Allah memberi kesempatan juga untuk menunaikan ibadah kurban. Lalu apa saja makna dari kurban tersebut?. Banyak hal yang bisa diinterpretasikan dari menyembelih kurban, diantaranya adalah:

  1. Membunuh sifat kekanak-kanakan

    Kita mengetahui bahwa dalam ajaran Islam ada kisah Nabi Ibrahim yang rela akan mengorbankan Nabi Ismail, yaitu anaknya. Hal ini dapat dimaknai sebagai peristiwa untuk membunuh sifat kekanak-kanakan yang ada di dalam diri tubuh orang dewasa

  2. Mengorbankan hal yang paling berharga demi Allah.

    Seandainya anak adalah hal yang paling berharga yang dimiliki maka seyogyanya kitapun rela mengorbankan hal itu demi Allah. Dengan begitu maknanya adalah mampu menanggalkan rasa kepemilikan, rasa ke ‘aku' an atau punyaku karena itu semua fana dan yang abadi hanya Allah. Semua hanya milik Allah. Begitu pula kita harus rela dan ikhlas apabila kepunyaan yang kita miliki diambil oleh Allah.

  3. Takwa

    Kepatuhan yang penuh atas perintah Allah. Ujian dalam bentuk mengorbankan anak adalah ujian terberat. Oleh karena itu kita selalu memperingatinya dalam hari Idul Adha. Nabi Ibrahim mencerminkan sikap patuh atas perintah Allah apapun itu. Nabi Ibrahim rela dan sekuat tenaga melawan keraguan yang dibisikan setan atau pikiran negatif atas dampak pengorbanan anaknya, Nabi Ismail tersebut. Sampai pada akhirnya Allah menerima hati ikhlasnya kedua insan yang mulia ini sehingga Allah pun memerintahkan Nabi Ibrahim untuk mengganti pengorbanan putranya tersebut dengan domba yang paling bagus.

  4. Secara sosial bermanfaat bagi sesama

    Membagikan rezeki dalam bentuk daging kurban tentunya bermanfaat bagi sesama dalam menjalin rasa persaudaraan. Terutama hal ini kita dapat memberi makanan pada sesama sehingga kita adalah wadah atau sumber yang Allah amanatkan untuk menjadi jalan pembagi rezeki.

  5. Menghormati orang tua

    Nabi Ismail taat dan patuh pada orang tuanya yaitu Nabi Ibrahim. Dengan penuh keralaan dan hati yang ikhlas, beliau mengizinkan dirinya untuk dikorbankan pada Allah sebagai suatu perintah dari-Nya. Apapun demi kebaikan dan kepatuhan terhadap Allah maka seharusnya sebagai putra harus rela dan berkorban penuh untuk taat. Cerminan dari Nabi Ismail untuk menghormati orang tua patut kita jadikan suri tauladan.

Radc

Post a Comment

0 Comments