Obrog-Obrog di Siang Bolong


infomjlk.id - Obrog-obrog adalah sebuah tradisi dari sekelompok orang yang memainkan musik untuk membangunkan sahur. Bagi warga Majalengka pasti sudah tidak asing lagi dengan tradisi ini. Sejak dulu kala memang obrog-obrog sudah ada namun perbedaanya barangkali di alat musik. Dulu hanya menggunakan bambu, botol beling, saron, goong, serta alat musik mirip gendang. Namun seiring zaman alat musik itu bertransformasi dengan alat musik modern seperti gitar elektrik dan organ sebagai unsur melodi.


Biasanya obrog-obrog memulai aksinya dari jam 1 sampai sekitar 3 pagi atau saat waktu sahur. Mereka berkelompok membentuk group yang berasal dari daerahnya masing-masing. Terlebih di daerah Lebak Wangi, Burujul Wetan sering kali obrog-obrog dari blok-blok tetangga saling bertemu. Sehingga saya seringkali dibangunkan oleh lebih dari satu obrog-obrog. Kelompok Mang Monceng adalah salah satu diantaranya. Ia dikenal sangat piawai berjoget sambil bernyanyi dangdut hingga warga Lebak Wangi sering kali request lagu atau biasa kita sebut “ditanggap".


Memang obrog-obrog ini menjadi fenomena untuk suara para artis dari blok-blok desa, atau barangkali sebagai ajang untuk melahirkan bakat menjadi artis penyanyi dangdut. Namun bagi kita warga Majalengka yang “kebluk" alias pulas tidur sehingga tidak bisa mendengar dan menyaksikan artis obrog-obrog saat waktu sahur (sahurnya mepet-mepet), ga usah khawatir karena kita akan menyaksikan mereka kembali di siang bolong.


Obrog-obrog di siang bolong bukan berarti mereka tampil kesiangan namun hal itu menjadi pertanda bahwa lebaran (Idul Fitri) sebentar lagi tiba. Biasanya obrog-obrog pentas keliling kembali di empat atau tiga hari menjelang lebaran tiba dan sekaligus menjadi penutup show mereka. Disaat itulah kelompok Mang Monceng kembali berjoget dan bernyanyi menghibur warga Majalengka khususnya Lebak Wangi.


Kita memaknai tradisi ini dengan sangat positif diantaranya sebagai hiburan rakyat, unjuk bakat seni, pertanda sahur tiba dan pertanda lebaran tiba. Terlebih obrog-obrog adalah budaya kita, budaya Majalengka. Sehingga hal ini merupakan tanda semangat beribadah dalam merayakan bulan ramadhan. 


Radc

Post a Comment

0 Comments