Warga Majalengka Mulai Berburu Baju Lebaran Hingga Rela Berdesakan di Pusat Perbelanjaan Sandang





InfoMJLK.Id — Memasuki hari ke-22 bulan ramadan tahun 2021, juga sudah cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) membuat masyarakat Majalengka mulai menyerbu pusat perbelanjaan sandang. 


Menurut informasi salah satu wartawan kontributor dari @kompascom, masyarakat rela berdesakan untuk berburu baju bedug.


Hal itu terjadi di Toko UD Putra TS Jalan Raya Cigasong-Jatiwangi Majalengka, protokol kesehatan pun ternodai. Sejumlah kerumunan terlihat saat masyarakat tengah memilih baju baru. 


Suasana tersebut sangat menkhawatirkan pengunjung, karena akan menimbulkan klaster baru COVID-19 di lingkungan tempat perbelanjaan sandang. 


“Takut (penularan Covid-19) sih takut, tapi ya gimana lagi saya butuh pakaian baru," ujar Hasyim (25), salah satu pengunjung, Senin (4/5/2021).


Hasyim menuturkan, meski banyak terjadi desakan, dirinya patuh pada protokol kesehatan (Prokes). Ia masuk pusat perbelanjaan sandang memakai masker dan cuci tangan, serta menghindari kerumunan.


"Saya berusaha menghindarinya (kerumunan) tapi tetap saja tidak bisa sebab orang mulai banyak," kata dia.


Menanggapi itu, Humas Toko UD Putra TS Dede Aryana mengungkapkan pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan ketat bagi pengunjung hendak masuk.


Pengunjung sebelum masuk jelasnya disuruh cuci tangan dan dicek suhu tubuh serta memakai masker. Ia juga akan melakukan pembatasan jika pengunjung membludak atau terlalu banyak.


"Seperti di tahun-tahun lalu juga kami terapkan protokol kesehatan bagi pengunjung. Kami sediakan masker, cek suhu tubuh dulu dan memberikan imbauan. Itu sering kami lalukan," kata Dede.


Dede menjelaskan, jika pengunjung terlalu banyak dan terlihat padat pihaknya akan melakukan 50 persen pembatasan bagi pengunjung.


Toko UD Putra TS sendiri, merupakan salah satu pusat perbelanjaan sandang di Majalengka Jawa Barat. Di tempat ini tiap tahunnya dipenuhi warga untuk berburu baju lebaran.


InfoMJLK.Id 

Sumber : Kompas.com 

Post a Comment

0 Comments