Mengapa Kadipaten dan Jatiwangi Lebih Ramai ?




Gambar: foto udara pabrik gula Kadipaten tahun 1930-an. Sumber: wereldculturen.nl

InfoMJLK.id — Untuk menjawab pertanyaan tersebut sebuah penelitian yang berjudul "The Development Effects of the Extractive Colonial Economy: The Dutch Cultivation System in Java” hasil studi Prof Benjamin A. Olken dr Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Prof. Mellisa Dell dr Harvard University di AS mungkin bisa menjelaskannya


Dari studi tersebut menemukan bahwa desa-desa di sekitar tempat pembangunan pengolahan /pabrik gula era 1830 sampai 1870-an itu,

kini memiliki kegiatan ekonomi yang lebih besar, manufaktur yang lebih luas, dan bahkan lebih banyak infrastruktur sekolah. 

Selain itu sarana transportasi dikawasan tsb. Hasil studi tersebut bisa menggambarkan perkembangan wilayah di Majalengka


Pabrik Gula Kadipaten, Jatiwangi dan Parungjaya mengerek perkembangan wilayah sekitarnya, menjadikan posisi mereka lebih strategis dan menguntungkan, infrastruktur seperti

jalan raya dan jalur kereta api dibangun  tahun 1901 di wilayah tersebut.


Kegiatan ekonomi lebih berkembang seperti kawasan perdagangan / pasar serta munculnya industri lain seperti genteng di Jatiwangi pada awal abad ke-20


Jaringan listrik pertama juga dibangun di Kadipaten dan Jatiwangi selain di Majalengka Kota dibanding daerah lainnya oleh perusahan G.E.B.E.O pada tahun 1930-an


Sarana lainnya seperti sekolah pun bermunculan misalnya sekolah untuk warga pribumi didirikan di Leuwimunding dekat PG Parungjaya pada medio tahun 1870-an. Sekolah lainya juga bermunculan di Jatiwangi dan Kadipaten seperti HCS


Pelayanan  kesehatan pun didirikan untuk masyarakat seperti Klinik di Tjideres dekat Kadipaten oleh J. Verhoeven atas donatur dari 'seseorang' di Pabrik Gula Kadipaten


Prof.  Olken menegaskan, temuan studi ini bukanlah bentuk pembenaran atau persetujuan atas perbuatan masa lalu kolonial Belanda yang menjajah rakyat Indonesia.


Namun yang pasti, kekuasaan Belanda ternyata memiliki dampak jangka panjang di banyak bidang kehidupan sipil masyarakat Indonesia.


#SejarahMJLK #Majalengka

Post a Comment

0 Comments