Alun-alun Majalengka Akan Digunakan Tempat Salat Idulfitri, MUI Sebut Sebaiknya di Rumah




InfoMJLK.Id — Setelah direvitalisasi dan diresmikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Alun-alun Majalengka  rencananya akan digunakan sebagai tempat salat Idulfitri 2021. 


Bupati Majalengka Karna Sobahi menuturkan, pihaknya akan lebih dulu menyusun protokol kesehatan secara komprehensif sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. 


"Nanti akan dicoba salat Idulfitri di sini (Alun-alun Majalengka) dengan prokes tentunya yang diatur sedemikian rupa supaya dirasakan oleh rakyat indahnya alun-alun ini," kata Karna saat peresemian, Rabu (21/4/2021). 


Selain itu, Karna mengatakan bahwa Alun-alun Majalengka saat ini akan memfasilitasi masyarakat untuk berekspresi. Selain sebagai destinasi wisata, komunitas One Day One Juz akan beraktivitas di alun-alun. 


"Kehadiran alun-alun ini tentu akan memfasilitasi warga berekspresi, hiburan, area diskusi bahkan ada kelompok ODOJ di rumput sintetis ini," tuturnya.


Karna berharap wajah baru Alun-alun Majalengka dapat meningkatkan Indeks Kebahagiaan Masyarakat dan menggeliatkan roda perekonomian. Selain itu, Alun-alun Majalengka ramah untuk penyandang disabilitas. 


"Apalagi kalau malam hari semua lampu hidup dan berkelip seperti di Madinah," ucap Karna.


Sementara itu, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan mengatakan, shalat Idul Fitri saat pandemi Covid-19 sebaiknya dilakukan di rumah bersama keluarga.


Sebab, shalat Idul Fitri akan menimbulkan kerumunan kelompok sehingga rentan terjadi penularan virus corona.


"Shalat Idul Fitri ini karena akan menimbulkan kerumunan, karena akan menimbulkan kelompok harus kita lebih utamakan keselamatan, supaya tidak menimbulkan penularan klaster baru baru," kata Amirsyah dalam konferensi pers secara virtual di kanal YouTube BNPB, Jumat (23/4/2021).


Amirsyah juga mengatakan, silaturahmi selama Lebaran bisa dilakukan secara virtual tanpa harus bertemu langsung dengan anggota keluarga.


Ia membeberkan, lonjakan kasus Covid-19 di India merupakan pelajaran yang harus diambil hikmahnya oleh Indonesia.


Maka dari itu, sebaiknya meminimalisir pergerakan dengan menghindari kerumanan. Termasuk kita harus sabar menahan diri agar tidak terjadi seperti di India. 


"Dan pemerintah harus terus melakukan peningkatan intensitas vaksinasi sehingga cakupan vaksinasi yang 70 persen bisa kita capai," pungkasnya.


Post a Comment

0 Comments