Begini Pengakuan Pecandu Judi Online di Majalengka

 


infomjlk.id - Baraya sekalian, berbicara tentang judi memang tak pernah ada habisnya. Dari zaman ke zaman, dari generasi ke generasi, hingga saat ini, faktanya judi masih jadi ajang pertaruhan yang banyak diminati oleh banyak kalangan. Baik dari kalangan atas yang ingin bersenang-senang menghamburkan harta kekayaannya, maupun kalangan menengah hingga bawah yang biasanya menjadi korban permainan judi itu sendiri. Sebab kecanduan menjadi risiko mutlak yang harus ditanggung setiap pemainnya.

Di zaman sekarang, semua orang bisa bermain judi dimanapun mereka berada. Banyaknya jenis permainan yang berkembang untuk diperjudikan menjadi alasan tersendiri mengapa di zaman sekarang semua orang bisa begitu mudah bermain judi. Belum lagi di era serba praktis ini, para penyedia judi online berhasil memanfaatkan peluang besar dalam menarik minat siapa saja untuk berjudi. Kemudahan akses yang disuguhkan internet menjadi daya tarik tersendiri yang sulit dihindarkan, membuat siapa saja merasa penasaran dan akhirnya ikut dalam permainan.

Di Majalengka sendiri, isu-isu perjudian sudah ramai diperbincangkan sejak tahun 2019 lalu. Dimulai dari judi Togel, QQ, Blackjack, dan Roulette yang kembali naik daun pada saat itu, hingga judi slot yang kehadirannya mulai dikenal banyak orang. Puncaknya adalah ketika Covid-19 mewabah. Di tengah gempuran ekonomi yang sulit, banyak orang berlomba-lomba menggunakan cara instan untuk mendapatkan uang lebih cepat, salah satunya dengan berjudi. Tapi bukannya untung,  orang-orang yang terlena dalam perjudian kebanyakan malah terjerumus lebih jauh dalam kemiskinan. Barang-barang dijual dan digadaikan, hutang dimana-dimana, semuanya itu dilakukan demi top up saldo Dana. Kebutuhan akan deposit menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi saat itu juga.

Faktanya, ketika saya coba ngobrol santai dengan beberapa teman gambler, mereka mengakui di titik terparah kecanduan akan judi itu hampir mirip dengan kecanduan zat psikotropika.

"Sama aja, judi juga kalau udah kecanduan parah ya bisa bikin sakau"
"Sehari ga main tuh rasanya cemas, ga tenang, kaya ada yang kurang gitu", katanya.

Beberapa dari mereka juga mengakui tidak ada yang bisa diharapkan dari bermain judi, asyik pas lagi menangnya doang.

"Siapa sih yang ga seneng kalau dikasih menang?"
"Kalah juga gak masalah sebenarnya, asal lagi banyak uang! Hahaha".

Ketika ditanya mengapa masih mau bermain judi padahal sudah kalah berkali-kali, alasannya beragam. Tapi kebanyakan dari mereka menjawab "Cuma menghabiskan rasa penasaran, itu doang."
"Yaa namanya juga permainan, bikin penasaran. Mirip-mirip kaya kita main Mobile Legend, udah lost streak aja tetep main. Bedanya kalau ini pake uang".

Sebagian dari mereka juga menjawab
"Ada uang ya main, kalau gak ada ya jangan main. Gak sampe kecanduan parah juga."
"Ikut-ikutan aja sih sebenarnya, kalau ada yang ngemodalin ya gasss lah. Hahaha".

Menariknya, ada salah seorang teman yang menjawab dengan prinsip
"Hidup yang tidak dipertaruhkan, tidak akan pernah kita menangkan!" Selorohnya sambil tertawa.

Lebih lagi, seperti sebuah penegasan ketika menutup obrolan. Salah seorang lagi mengatakan
"Orang-orang yang berjudi itu sebeneranya berani mengambil risiko, tapi lemah iman! Hahaha".

Perihal alasan mengapa mereka bermain judi sebenarnya tak perlu dipertanyakan, kita semua pada dasarnya menyukai hal-hal instan, begitu pun dengan uang. Kalau ada penawaran bisa mendapat uang dengan cepat kita semua pasti tertarik bukan? Perihal diambil atau tidaknya penawaran tersebut tergantung bagaimana kita menilainya. Setiap orang punya cara dan jalannya masing-masing. Pilihan untuk berjudi bagi saya sendiri adalah hal wajar yang menyangkut pola pikir dan psikologis. Kita tak bisa mempersalahkan hal tersebut, terlebih kepada orangnya.

Ikhsan Noer Fauzi

Post a Comment

0 Comments