Tentang Desa Payung yang Punya Potensi Menggunung


Infomjlk.id - Baraya pasti sudah kenal dengan Cikadongdong RIver Tubing (CRT), tetapi apakah baraya mengetahui bahwa ketika sedang di CRT sesungguhnya baraya sedang berada di wilayah Desa Payung. Lalu ada apa lagi selain CRT di Payung? Benarkah Payung punya potensi menggunung?

Menyelami Kondisi Desa Payung Saat Ini

Payung merupakan wilayah administrasi dari Kecamatan Rajagaluh hasil dari pemekaran Desa Sindang Pano. Berada dibawah kaki Gunung Ciremai dengan wilayah yang terdri dari pemukiman, lahan pertanian dan hutan. Payung menjadi salah satu Desa terluas di Kecamatan Rajagaluh. Luas wilayah Desa Payung sebesar Desa Payung memiliki luas wilayah 1.250 Ha, dengan rincian pemukiman 137 Ha, Persawahan 102,525 Ha, Perkebunan 310 Ha, Prasarana umum 688,355 Ha dan lainnya 12,12 Ha. Letak Desa Payung berbatasan dengan beberapa Desa, diantaranya di sebelah utara berbatasan dengan Desa Sidang Pano, disebalah barat berbatasan dengan Desa teja, disebalah timur berbatasan dengan Desa Bantar Agung, dan di sebelah selatan berbatasan dengan Gunung Ciremai. Wilayah Desa Payung terbagi menjadi beberapa dusun, Rukun Tetangga (RT), RW (Rukun Warga), dan Blok. Dusun di Desa Payung terdiri dari Dusun Pamaringinan, Dusun Girimulya, Dusun Badakdua, Dusun Mulyasari. Badakdua menjadi wilayah terluas dan penduduk paling banyak diantara dusun-dusun yang lain di Desa Payung. Dusun yanng ada di Desa Payung terbagi menjadi beberapa RT, RW, dan Blok. Blok di Desa Payung diantaranya yaitu Blok Senin, Selasa, Rabu, kamis, Jumat dan Blok Budak Dua. Demografi dari Desa Payung memiliki jumlah populasi penduduk sebesar 4150 jiwa. Penduduk di Desa Payung mayoritas bekerja sebagai petani, pekebun, serabutan. Latar Belakang pendidikan masyarakat Desa Payung mayoritas lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mayoritas penduduk di Desa Payung beragama Islam. Penduduk di Desa Payung berasal dari etnis Sunda. Bahasa sehari-hari yang digunakan masyarakat yaitu bahasa Sunda.
 

Budaya Desa Payung

Desa Payung menjadi salah satu desa dengan beragam budaya yang masih melekat di masyarakat. Salah satu budaya yang menjadi tradisi masyarakat pedesaan yaitu Bongkar Bumi. Bongkar Bumi merupakan sebuah tradisi masyarakat sebagai wujud syukur kepada sang khalik atas limpahan rezeki hasil dari pertaniannya. Kegiatan ini berisi doa bersama dilanjut dengan makan bareng. Budaya yang lain yang berkembang di Desa Payung yaitu budaya Mapag Sri dan Marak di Situ Janawi. Mapag sri dilaksanakan untuk menyambut panen raya sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang maha Esa, sedangkan Marak situ Janawi merupakan acara hiburan untuk membersihkan kotoran yang berupa lumpur dan gang gang di Situ Janawi dilanjutkan dengan bersama sama menangkap ikan.
 

Rencana Besar Desa Payung

Desa Payung memiliki rencana besar yaitu mewujudkan desa wisata yang terintegrasi. Desa Wisata terintegrasi diwujudkan dengan membuat paket wisata yang menghubungkan destinasi wisata yang ada di Desa Payung. Peran pemerintahan dalam mewujudkan program ini sangat penting untuk mengkordinasi pengelola wisata setiap destinasi wisata. Program wisata terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung di Desa Payung.  Wisata yang ada di Desa Payung didominasi oleh wisata alam khas dataran tinggi dan wsiata air. Pembangunan desa wisata yang efisien perlu dilakukan untuk mewujudkan desa wisata yang terkelola dengan baik dan digemari oleh masyarakat. 



Potensi Ekraf dan Pariwisata Desa Payung

Wisata di Desa Payung memiliki karakteristik dan ciri masing-masing. Perlunya narasi di setiap wisata mengenai gambaran wisata untuk menambah nilai value dan branding disetiap obyek wisata. Potensi wisata atau daya tarik wisata yang ada di Desa Payung yakni berupa potensi keindahan alam. Potensi ini berasal langsung dari sumber daya alam. Beberapa potensi wisata yang ada di Desa Payung yaitu Istana Batu Korsih dan Wisata Kampung Air. Selain kedua potensi wisata ini, Desa Payung memiliki beberapa wisata alam unggulan seperti Cikadongdong River Tubing, Situ Janawi, Batu Nyongclo, Gunung Ciwaru. 
 
Desa Payung memiliki potensi wisata yang menarik dengan mengandalkan keindahannya alamnya yang masih asri. Beberapa potensi yang saat ini sedang dikembangkan sebagai objek wisata, seperti Situ Janawi, Curug Cinini Nini, dan Kebun Teh Sadarehe. Selain itu terdapat juga kawasan lainnya yaitu Cikadongdong River Tubing di Blok Salasa yang sudah menerima penghargaan sebagai wisata air nasional, sawah terasering dan Gn Ciwaru di Blok jumat / Cimerang, dan hutan pinus di blok Badak Dua. Selain sektor pariwisata, sektor pertanian menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat di Desa Payung. Komoditas pertanian yang paling banyak diusahakan oleh masyarakat adalah tanaman padi, kol, dan sawi putih. Selain itu juga ada kopi, buah buahan, dan bambu. Pada sektor peternakan, komoditas yang paling banyak diusahakan adalah ayam potong. Selain itu, di sektor perkebunan, komoditas yang diunggulkan dari Desa Payung adalah tanaman teh, cengkeh, dan menteng.
 
Kondisinya yang berada di pegunungan membuat identitas Payung sebagai area hijau pegunungan dan wisata air begitu melekat. Untuk mengimbanginya, perlu digalakan bidang industri kreatif yang mampu menunjang wisata alamnya.  Beberapa potensi yang ada adalah di bidang kuliner. Didukung dengan kondisi alamnya yang hijau dan subur, banyak komoditas pertanian Desa Payung yang bisa dikembangkan lebih besar, salah satu keberlimpahan komoditas adalah pisang dan melinjo. Hasil olahan produk perkebunan yang saat ini sedang dikembangakan adalah produk the dari perkebunan teh sadarehe dan produk minuman sari buah kapundung, atau yang lebih dikenal dengan buah menteng. olahan kuliner lainnya adalah keripik, sarindung, dan gula semut. Selain potensi wisata alam dan komoditas pangan, desa payung juga memiliki pengrajin rotan dan bambu, serta seni pertunjukan degung dan sandiwara. Semua aspek kreatif yang bergeliat di desa payung berpotensi memajukan perekonomian warga, menjadi kunci pengembangan ekraf dan menjadi ciri khas desa Payung.

M Latif Bayu

Post a Comment

0 Comments