Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi: Aliansi Mahasiswa Majalengka Geruduk Gedung DPRD

(Unjuk rasa mahasiswa Majalengka di depan gedung DPRD Majalengka (Foto: Oay Ashari/InfoMJLK)


InfoMJLK -- Peristiwa 3 september 2022 kejutkan masyarakat Indonesia dengan naiknya harga BBM bersubsidi, hal tersebut menuai pro kontra di kalangan masyarakat terutama mahasiswa.

Dalam mengemban amanat penderitaan rakyat mahasiswa dibeberapa wilayah di Indonesia gelar aksi tolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Hal serupa dilakukan sejumlah mahasiswa di kabupaten Majalengka dengan menggeruduk gedung DPRD dalam menyampaikan tuntutannya.

Masa aksi yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Majalengka merupakan perwakilan dari organisasi mahasiswa di Majalengka diantaranya GMNI, HMI, IMM, BEM STIKES, BEM STIE, BEM UNMA dan BEM YASIKA .

Rute yang ditempuh dalam unjuk rasa tersebut berawal dari GGM sampai alun-alun Majalengka tepatnya didepan gedung DPRD kabupaten Majalengka. Dalam perjalanan menuju gedung DPRD masa aksi memblokir jalan hingga menarik perhatian masyarakat, selain itu juga setelah sampai didepan gedung DPRD masa aksi juga melakukan pembakaran keranda mayat sebagai tanda matinya demokrasi di Indonesia.

Ditengah orasi mahasiswa didepan halaman gedung DPRD, polisi terus mengawal dan megamankan wilayah area tersebut guna kelancaran unjuk rasa,  disisi lain juga terdapat dua orang anggota DPRD yang menerima dan terus menemani dalam penyampaian aspirasi meski cuaca turun hujan lebat berlangsung.

Pemerintah Indonesia sudah gagal dalam mengambil kebijakan, dengan naiknya harga BBM bersubsidi ini pemerintah telah membuat rakyat indonesia sengsara. Padahal 2 tahun silam negara Indonesia tengah mengalami musibah wabah covid-19 yang membawa dampak negatif bagi masyarakat. 'tegas  Agi M. Bahari (Ketua Umum HMI Majalengka) dalam orasinya

Namun hari ini setelah covid-19 mulai landai dan baru akan memperbaiki perekonomian rakyat kini rakyat harus tercekik akibat naiknya harga BBM, Adapun dampak negatif yang dirasakan rakyat kecil adalah harga seluruh kebutuhan dasar seperti pangan, sandang dan papan menjadi ikut naik. ' tambahnya

Bung Totong selaku Ketua GMNI Cabang Majalengka menambahkan dalam tuntunannya ada tiga, pertama mendesak pemerintah daerah untuk menolak kebijakan pemerintah pusat dalam menaikan harga BBM bersubsidi; kedua mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang kebijakan kenaikan harga BBM; ketiga menolak menandatangi setiap petisi (kesepakatan) yang dibuat pemeritah daerah guna apa yang menjadi aspirasi rakyat bisa tersampaikan dan direalisasikan secara langsung oleh pemerintah pusat. 

Adapun harapan kedepan usai melaksakan unjuk rasa pada hari ini adalah pemerintah daerah mampu bersinergi bersama seluruh elemen mayarakat dan mahasiswa dalam mengawal dan mendesak pemerintah pusat menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Apabila yang menjadi tuntutan hari ini belum terpenuhi maka akan dilakukan aksi lanjutan. 'tegasnya


Oleh Oay Ashari

Post a Comment

0 Comments