Kreatif! Di Rajagaluh Lor Bambu Disulap Jadi Jam Tangan

 


InfoMJLK -- Pada ngabuburit sore ini, kami berangkat ke Rajagaluh Lor untuk sekadar bersilaturahmi dengan Kepala Desa Rajagaluh Lor, kemudian Pak Kades mengenalkan kami pada salah satu warganya, yang memang sedang nongkrong di Kantor Kepala Desa; Tiar Bachtiar yang ternyata membawa produk-produk bambu. Salah satu produk yang menyita perhatian kami adalah jam tangan dari bambu.

Produk Tiar sudah pernah dikirim ke beberapa kota, seperti Batam, Bali dan Lombok. Bahkan ke luar negeri, seperti Malaysia dan Jerman. Di Majalengka sendiri, jam tangan bambu miliknya berhasil diendus dan langsung dipesan oleh Gatot Sulaeman, yang saat ini menjabat sebagai Kadiskominfo.

“2010. Awalnya iseng aja sih, tadinya memang tidak untuk dijual. Suka bambu, karena bambu symbol merakyat, kamu bisa mendapatkan bambu di manapun di kota ini,” Kata pria kelahiran 1991 ini, saat ditanya kapan dan bagaimana memulai tertarik pada seni dan kerajinan bambu.

Terkait jam tangan bambu, Tiar mengaku kalau barang ini sedikit ekslusif. “Ya memang pengerjaannya harus teliti dan focus sih, kurang lebih membutuhkan dua hari tanpa mengerjakan sesuatu yang lain,” harga jam tangan bambu sendiri dibanderol Rp 500.000 sampai 750.000.

Selain jam tangan, dia juga memproduksi kacamata, kalung ethnic, gelang, miniatur, mainan, dan aneka aksesosir dari bambu lainnya. Pemuda Rajagaluh Lor ini mengaku akan terus berusaha untuk tetap berkarya, “Terus, inginnya sampai bisa mengharumkan nama Rajagaluh Lor, nama Majalengka. Sampai saya bisa berkata, ‘Inilah Majalengka, inilah seni dari Majalengka’.

Selain itu Tiar juga ingin bisa menyelenggarakan workshop seperti cara membuat mainan dari bambu untuk anak-anak sekolah, dan menganyam untuk ibu-ibu, workshop itu agar ilmunya bisa ditebar dan lebih banyak lagi orang yang bisa menekuni bambu. Keren banget, kan, Baraya?


Post a Comment

0 Comments