Langit Bulan Januari di Bumi Pertiwi Tengah Tertunduk Lesu, Begitupun di Kota Angin


Tamparan tajam menghiasi bumi pertiwi di awal tahun 2021, dimulai dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air J-182, hingga beberapa bencana alam yang bertubi-tubi silih bergantian datang menghujam di berbagai daerah se-Nusantara.

Hal ini menjadi pilu, karena baru saja kita semua menapaki kaki di awal tahun dengan nada optimis dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai, kini langit di bulan Januari terus mengundang kesedihan yang amat mendalam.


Semua ini terjadi begitu cepat, hampir-hampir kita terus diteror dengan rasa kecemasan yang bergulir deras, bukan karena pandemi, bukan juga karena bencana alam, melainkan diri kita yang tak bisa kita kontrol dalam menghadapi situasi seperti ini. 


Dimulai dari masih banyak yang menyepelekan pandemi, hingga kini tingkat keterisian tempat isolasi mandiri pun semakin berkurang, begitupula dengan ekploitasi lahan, akibatnya beberapa daerah pun tergenang dengan kenangan banjir yang akan terus menggurita di benak anak bangsa. 


Derita tersebut juga mengguncang salah satu daerah diujung timur Jawa Barat, yang terkenal dengan sebutan “kota angin” dimana bencana alam banjir menghujam wilayah utara Majalengka yang merendam 40 rumah serta 4 hektare sawah.


Aksesibilitas pun sempat tersendat, ruas jalanan penghubung kabupaten Majalengka dan Indramayu digenangi air setinggi 40Cm, kecil memang, tapi hal ini berdampak bagi aktivitas warga setempat.


Kita tidak bisa menyalahkan curah air hujan yang turun begitu deras sebagai penyebab banjir, mungkin ada sebab lain yang lebih ilmiah. Contohnya, buang sampah sembarangan yang masih jadi biang keladinya. 


Coba kita semua pejamkan mata sejenak, tengoklah langit di bulan Januari, apakah masih tersendat untuk memberikan sedikit senyuman bahagia? Lalu, tanya hati kalian, pelan-pelan resapi sudah sampai mana kalian menjaga alam, merawatnya, jangan salahkan dukacita kembali menghampiri karena ulah kalian. 


Kita songsong bulan Februari dengan berseri-berseri, dan semoga lebih memberi arti bagi kita semua untuk senantiasa hati-hati di masa pandemi, semoga bulan Cinta bisa menebar rasa gembira bagi kita semua. 

Post a Comment

0 Comments